Selamat Datang di Website Desa Kandangjati Wetan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Saran Dan Masukan Sangat Kami Harapkan Untuk Pengembangan Website ini Sejarah Desa Kandangjati Wetan

Artikel

ASAL USUL DESA KANDANGJATI WETAN

22 Juni 2025 09:17:08  MISBARI  90 Kali Dibaca 

HJ-_AINUL_LUKLUK_B_KADES

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah,puji syukur kehadirat Allah sw t,yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya,sehingga Profil Desa kandangjati wetan kecamatan kraksaan kabupaten probolinggo selesai kami susun

            Profil Desa ini kami susun sesuai dengan penugasan dari ibu Hj Ainul Lukluk selaku kepala desa kepada kami sebagai kasi pelayanan,tanggal 17 juni 2023,Dengan penugasan dari beliau tersebut kami mencoba menggali informasi seputar asal usul desa dari berbagai sumber, baik secara wawancara  dengan para tokoh dan sesepuh desa yang sampai saat ini masih hidup, para mantan pejabat desa, maupun dari cerita yang berkembang dari generasi ke generasi

            Harapan kami semoga Profil desa  yang  kami susun ini,akan menambah sedikit pengetahuan bagi masyarakat desa kandangjati wetan untuk lebih mengenal dan menumbuhkan rasa cinta pada desanya sehingga bisa berpartisipasi aktif didalam pembangunan desa secata berkesinambungan

            Kami menyadari bahwa Profil Desa ini jauh dari kata sempurna,namun kami mencoba untuk memulai,kritik dan saran tentu selalu kami harapkan

 

Kandangjati wetan,17 Juni 2023

Penyunting

Kasi pelayanan

 

Misbari

 

Asal Usul Desa Kandangjati Wetan

Asal Usul Desa Kandangjati Wetan, Dari Sumber Yang Dapat Dipercaya, Pada tahun 1962 Dengan Nara Sumber Sesepuh Desa Kandangjati Wetan, Yaitu Bapak Asto Pak Susnadi Dan Istrinya Ibu Satrani, Serta Dari Beberapa  Nara sumber Sesepuh Desa Diantaranya, Bapak Lasbiati, Bapak Nursiwan, Bapak Bema, Dan Bapak Sahradin. yang Mana Sesepuh Desa Tersebut  Adalah Penduduk Asli Desa Kandangjati Wetan,

Bapak Asto Pak Susnadi sendiri adalah pelaku sejarah, karena beliau adalah mantan Carik atau lebih dikenal dengan sebutan Sekretaris Desa Dari tahun 1950 Sampai tahun 1975.

Beliau Mendapatkan Keterangan Dari Bapak Mertuanya Yang Bernama Bapak Mohammad Ratno, yang Juga Pernah Menjabat Sebagai Kepala Desa, Dari Tahun 1938 Sampai tahun 1944. Bapak Pak Mohammad Ratno Mendapatkan Keterangan Dari orangtua beliau yang bernama Bapak Nur Hajat, Bapak Nur Hajat Juga Mendapatkan Keterangan dari orangtuanya Yang Bernama Bujuk Ning, Bujuk Ning Juga Mendapatkan Keterangan dari orangtuanya Yang Bernama Qi Bekel Bujuk Ning

Didapatkanlah Keterangan Tentang Asal Mula Nama Desa Kandangjati Wetan, Dan Beberapa Nama Tokoh Yang Pernah Menjadi Kepala Desa Di Desa Kandangjati Wetan, Semua Cerita Tersebut juga Di Benarkan Oleh BaPak Tasrifin,

Pak Tasrifin adalah Putra dari Pak Asto Susnadi Yang juga Merupakan salah satu Pelaku Sejarah, Karena Beliau Pernah Menjabat Sebagai Carik alias Sekretaris Desa Dari Tahun 1984 Sampai Batas Masa Akhir Jabatannya ( Pansiun ) Tahun 2009. Serta Beberapa kali Pernah Menjabat Sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Di Desa Kandangjati Wetan

Nama Desa Kandangjati Wetan Tidak Lepas Dari Sejarah Kota Kraksaan Yang Menurut Cerita Masyarakat Nama Kraksaan Berasal Dari Kata Kerasan, Yang Artinya Betah. Raja Hayam Wuruk Pada lawatannya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi. Sempat Beristirahat Di Suatu Daerah.Karena Keadaan Dan Panorama Alamnya Yang Asri, Indah Dan Nyaman. Raja Hayam Wuruk Merasa Nyaman Dan Memerintahkan Untuk Tinggal Beberapa Waktu DiDaerah Tersebut, dari sinilah cikal bakal nama kandangjati bermula, Di Lokasi tersebut Banyak  sekali Di Tumbuhi oleh Pohon  Jati.

Sebagian Dari Rombongan Prajurit Dan Abdi Dalem Raja Hayam Wuruk Ini, Tinggal Dan Menetap Di Daerah Tersebut, Dan Merekapun Membuat Tempat Peristirahatan, Penyimpanan Bekal Makanan, Dan Tempat Peralatan, Serta Kandang Ternakpun Dibuat Dari Kayu Jati. Seiring Dengan Berjalannya Waktu, Semakin Lama Daerah Itu Semakin Ramai, Dan Banyak Disinggahi Para Pedagang Dari Berbagai Daerah, Termasuk Dari Daerah Madura, Yang Terkenal Dengan Dagangannya Berupa Garam Dan Ternak Sapi,

Mereka Banyak Yang Menetap Dan Membuat tempat Peristirahatan, Termasuk Membuat Kandang Ternak ( Tempat Kuda ) dari Kayu Jati. Lambat Laun Daerah Tersebut Berubah Menjadi Sebuah Pedukuhan, Karena banyaknya pohon jati, dan kandang ternak yang dibuat dari kayu pohon jati, Merekapun Menyebutnya Pedukuhan Kandangjati, yang mengartikan banyak kandang dari pohon jati.

Seiring Dengan Berkembangnya Sistem Pemerintahan Yang Sangat Sederhana,  Yang Disertai Dengan Penetapan Batas-Batas Yang Jelas, Pedukuhan Kandangjati Berubah Menjadi Sebuah Desa. Bertambahnya Penduduk Dan Struktur, Wilayah Kandangjati Yang Luas Persegi Panjang Dari Barat Ke Timur, Menjadi Faktor Utama Terjadinya Pemekaran Desa Kandangjati Menjadi Dua, Yaitu Kandangajati Wetan, Dan Kandangjati Kulon.

PERISTIWA DAN SEJARAH

Desa berasal dari Kata Deca dalam bahasa Sansekerta yang berarti tanah tumpah darah. Menurut definisi universal, desa adalah kumpulan dari beberapa permukiman di area pedesaan atau rural area. Istilah desa di Indonesia merujuk kepada pembagian wilayah administratif yang berada dibawah kecamatan dan dipimpin oleh seorang Kepala Desa.Desa adalah suatu kumpulan dari beberapa pemukiman kecil yang biasa disebut Kampung (Jabar), Dusun (Yogya), atau Banjar (Bali) dan Jorong (Sumbar). Sebutan lain untuk Kepala Desa adalah Kepala Kampung, Petinggi (Kaltim),Klebun (Madura), Pambakal (Kalsel), Kuwu (Cirebon), Hukum Tuan (Sulut). Istilah desa berkembang dengan nama lain sejak berlakunya otonomi daerah tergantung kepada karakteristik adat istiadat dari desa tersebut. Perbedaan istilah tersebut merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan dari pemerintah terhadap asal usul adat setempat yang berlaku. didasarkan pada adat, kebiasaan dan hukum adat. 

Sejarah terbentuknya desa diawali dengan terbentuknya kelompok masyarakat akibat sifat manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki dorongan kodrat atau kepentingan yang sama dari bahaya luar. Kapan awal pembentukan desa hingga sekarang sulit diketahui secara pasti. Tetapi ada bukti dalam prasasti Kawali di Jawa Barat pada akhir tahun 1350 M serta ditemukannya prasasti Walandit di Tengger, Jatim pada 1381 M. Desa sudah ada jauh sebelum penjajahan Belanda di Indonesia dimana penyelenggaraannya didasarkan pada hukum adat.

Sebelum berlakunya undang-undang pemerintah desa,jabatan Kepala Desa diangkat berdasarkan penunjukan secara tradisional oleh tokoh-tokoh adat setempat kepada seorang yang dianggap mampu dan dipercaya untuk memimpin masyarakat. penjabat Kepala Desa Kandangjati yang masih bisa dikumpulkan ceritanya dari sesepuh desa hanya dari Qi Bekel Bujuk Ning diatasnya sudah kurang informasi yang didapat.

Diketahui dari tahun 1770 sampai tahun 1812, Qi Bekel Bujuk Ning dari Dusun Krajan Rt.6 Rw.2 Menjadi pemimpin selama Kurang Lebih 42 Tahun, Qi Bekel Bujuk Ning Kemudian Digantikan Oleh Putranya Yang Bernama Bujuk Ning dari tahun  1812 sampai dengan tahun 1847, Menjabat selama 35 Tahun

Dari tahun 1847 sampai dengan tahun 1869, Qi Rubidin dari Dusun Krajan Rt.5 Rw.2 diangkat dan ditunjuk secara tradisional oleh para tokoh menjadi Kepala Desa yang selanjutnya Qi Rubidin digantikan oleh putranya Pak Rubidin dari tahun 1869 sampai dengan tahun 1893

Pada tahun 1893 sampai dengan tahun 1894 Pak Dlamo menggantikan Pak Rubidin beliau adalah warga pendatang dari desa matekan  yang menetap di Dusun Krajan Rt.7 Rw.2 menjabat hanya sebentar yaitu satu tahun

Dari tahun 1894 sampai dengan tahun 1912 Pak Jaelani putra dari Pak Rubidin dari Dusun Krajan Rt.5 Rw.2 menggantikan Pak Dlamo menjadi Kepala Desa

Pada tahun 1912 adalah cikal bakal proses pemilihan Kepala Desa pertama kali di adakan dikandangjati wetan, Adalah Seorang Pemuda Petani Bernama Pak Mohammad Ratno dari Dusun Krajan Rt.6 Rw.2 yang sedang membajak sawahnya di jemput paksa oleh warga dari sawahnya kemudian diarak beramai ramai berserta dengan sapi dan alat bajaknya ke rumah Pak Reso Salim di Dusun Krajan Rt.2 Rw.1 karena lokasi tempat pemungutan suara (tps) berada,berhubung kala itu ada dua tokoh yang dijagokan oleh warga yaitu pak Pak Wiro Karyo dari Dusun Krajan Rt.5 Rw.2 maka para pendukung dari kedua calon berdiri dan berbaris memanjang dibelakang calon kemudian dihitung jumlah yang berbaris terbanyak,proses pemilihan Kepala Desa yang benar benar diadakan langsung ,umum ,bebas dan tidak rahasia yang pada masa itu dikenal dengan istilah ubi-ubian (kalau terjadi sekarang para pendukungnya bisa langsung bertengkar ditempat ) pada masa kepemimpinan Pak Mohammad Ratno diadakan iuran kepada warga untuk membeli beberapa  tanah bengkok seluas 3.5 hektar,yang mana sebelumnya hanya memiliki tanah bengkok seluas 3,5 hektar. konon menurut cerita Pak Mohammad Ratno berhenti dan mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desa karena sewaktu rapat di kecamatan beliau dimarahi oleh bapak camat karena warganya tidak membayar pajak,lantas beliau pulang ke rumah mengambil plakat (sk Kepala Desa) dan di berikan ke camat seraya berkata “mulai saat ini saya berhenti jadi Kepala Desa.”

Pada tahun 1926 Pak Wiro Karyo putra dari Pak Jaelani dari Dusun Krajan Rt.5 Rw.2 menggantikan Pak Mohammad Ratno dengan lokasi tempat pemilihan Kepala Desa Didusun Krajan Rt.7 Rw.2 dihalaman rumah pak sahid (Sekarang Rumah Rumyani Buk  Endang) proses pemilihan yang sama dengan sistem Ubi Ubian,tahun 1951 beliau wafat, kemudian pemerintahan dipimpin oleh pak Susnadi sebagai Kepala Desa sampai tahun 1953 karena kala itu beliau menjabat sebagai  (carik) kata “carik” diambil dari istilah jawa yang artinya Juru Tulis (sekarang lebih dikenal dengan nama sekretaris desa) yang berkedudukan sebagai unsur pimpinan sekretariat desa yang menjalankan tugas sebagai koordinator pelaksana pengelolaan keuangan desa (PPKD). karena pada masa itu belum ada istilah penjabat sementara (Pjs) Kepala Desa

Pada tahun 1953 sampai dengan tahun 1977 Pak Ruswati Jahrap putra dari pak Pak Wiro Karyo dari Dusun Krajan Rt.5 Rw.2 terpilih sebagai Kepala Desa mengalahkan  4 calon lain di antaranya pak marseh sahradin dari Dusun Krajan Rt.5 Rw.2,pak warso tahir dari Dusun Kramat Rt.9 Rw.3,pak asto Susnadi dari Dusun Krajan Rt.3 Rw.1 Pak Sukarto dari Dusun Krajan Rt.6 Rw.2, dengan lokasi tempat pemilihan Kepala Desa Di Dusun Krajan Rt.2 Rw.1 dihalaman rumah pak mahrap proses pemilihannya sudah menggunakan lambang bendera untuk setiap calonnya,pemilih menggunakan hak pilihnya dengan mendapatkan masing masing alat pilih dari besi se ukuran lidi ( lenteh bhs madura) dengan panjang ±10 cm. Pada saat pemilihan inilah dikenal istilah “ Melleh Lenteh” (membeli lidi atau hak suara atau hak pilihnya) warga yang sudah menjual lidinya tidak bisa datang  ke tempat pemilihan Kepala Desa lagi, sedangkan yang sudah membeli akan datang ke lokasi pemilihan dengan membawa lebih dari satu suara,tergantung dari banyakny hasil membeli lidinya warga,kemudian lidi tersebut dimasukkan kedalam bumbung (kotak dari bambu) yang diberi bendara warna tegantung calonnya, kemudian dibelah dan dihitung perolehan lidinya yang tebanyak.

Pada tahun 1974 atas inisiatif dari Pak Susnadi dibangunlah gedung sekolah rakyat (sr) diatas tanah pak Susnadi di Dusun Krajan Rt.3 Rw.1 pada masa itu proses belajar mengajar selalu berpindah pindah tempat dari rumah warga kerumah warga yang lain karena memang belum ada gedung sekolah.tahun 1975 Pak Susnadi berhenti dari jabatannya sebagai carik (sekretaris desa) kemudian digantikan oleh Pak Achmad Rifa’i menantu dari Pak Susnadi, pada tahun 1976 Pak Ruswati jatuh sakit dan tidak bisa lagi  menjalakan tugas tugasnya sebagai Kepala Desa, kemudian jabatan Kepala Desa di pegang oleh Pak Achmad Rifa’i selaku carik (sekretaris desa) menjadi penjabat sementara (pjs) Kepala Desa,

pada saat menjabat sebagai penjabat sementara (pjs) Kepala Desa tepatnya pada tahun 1976 Pak Achmad Rifa’i memprakarsai pembuatan saluran irigasi dari sungai krampilan ke persawahan desa kandangjati wetan yang pada saat itu terkenal dengan nama dam dukon karena letaknya yang berada di blok dukon (sekarang Dusun Kramat Rt.11 Rw.3) dijuluki Blok Dukon karena di daerah tersebut banyak warganya yang jadi dukon atau ( paranormal )

Pada tahun 1977 Pak Achmad Rifa’i Memprakarsai Pembangunan Kantor Desa Di Atas tanah Wakaf Dari Bapaknya Haji Amin Dari Desa Alassumur Kulon Seluas ± 368 M² Dengan Keseluruhan Biaya Beliau Tanggung Sendiri Dengan cara Menyewakan Tanah Bengkok Yang Menjadi Haknya dan Pembangunan Kantor Desa Baru Selesai pada tahun 1979 Dengan Posisi kantor Memanjang dari Selatan Ke Utara, Pada tahun 1977 Pak Achmad Rifa’i Menugaskan Pak Tasrifin Dan Pak Sahradin Melakukan Pengukuran  Luas Desa Keseluruhan Secara manual Dan diketahui Luas Sawah ± 97.653 Ha Luas,Tanah Kas Desa Untuk Kepala Desa ± 5.767 Ha Luas Tanah Kas Desa Untuk Carik (Sekretaris Desa) ± 2.140 Ha Dan Luas Tanah Kas Desa Untuk Perangkat Desa ± 2.440 Ha Luas Tegal Dan Pekarangan ± 40 Ha Dengan Toral Luas Desa Keseluruhan ± 148. Ha.Dan pada tahun 1982 Juga Beliau Juga memprakarsai Pembangun Masjid Roudhatul Muttaqin Di atas Tanah Waqah Dari Mbah Sekar Sari

Pada Tahun 1983 Pak Achmad Rifa’i Dari Dusun Krajan Rt.2 Rw.1Terpilih Sebagai Kepala Desa Mengalahkan 2 Calon Lainnya Yaitu, Mohammad Sinin Dari Dusun Krajan Rt.2 Rw.1,Dan Abdullah zaini Razak Juga Dari Dusun Krajan Rt.2 Rw.1 Dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Berlokasi Di Dusun Krajan Rt.4 Rw .2 Tepatnya Di Depan Halaman Rumah Pak Muhadi Jamal Sekarang Rumah Pak Risan Mattasan.

 Pak Achmad Rifa’i Kemudian  Mendapat Gelar Karyo Adi Utomo Dengan Peraturan Batas Masa Jabatan Kepala Desa Kala itu Selama 8 Tahun.Proses Pemilihan Kepala Desa kembali Dengan Menggunakan Alat Peraga bagi Calon Berupa Buah Buahan Dan Pemilih menggunakan Hak pilihnya Dengan Mendapatkan Masing masing Alat Pilih Dari (Sejin) Tusuk sate yang diberi warna merah putih  Dengan panjang ±20 cm,Dengan Terpilihnya Pak Achmad Rifa’i Sebagai Kepala Desa Jabatan Carik ( Sekretaris Desa ) Kemudian Dijabat Oleh Pak Tasrifin Dan Pada tahun 1990 Pak Achmad Rifa’i Berakhir Masa jabatannya Kemudian Digantikan Oleh Pak Tasrifin Sebagai Penjabat Sementara (Pjs) Selama 6 Bulan.

Pada tahun 1990 Saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pak Achmad Rifa’i Terpilih Kembali Sebagai Kepala Desa Mengalahkan Calon Lainnya Yaitu Saudara Hariyanto Dari Dusun Krajan Rt.2 Rw.1 Dengan Tempat Pemungutan Suara (TPS) Berlokasi Di Rt.3 Rw 1 Tepatnya Di Depan Halaman Rumah Pak Susnadi (Sekarang Rumah Misbari) Proses Pemilihan Kepala Desa kembali Dengan Menggunakan Alat Peraga Bagi Calon Berupa Buah Buahan Dan Pemilih menggunakan Hak pilihnya Dengan Mendapatkan Kartu Suara Dengan Mencoblos Gambar Buah Atau Mencoblos  Nomor Urut Calon Dengan Peraturan Pemerintah Batas Akhir Masa Jabatan Kepala Desa 8 Tahun,Dan Pada tahun 1992 Pak Achmad Rifa’i Meninggal Dunia Selepas Menjalan Sholat Isya’ Dimasjid yang Beliau Bangun.Kemudian Jabatan Kepala Desa kemudian Dipegang Oleh Pak Tasrifin Selaku Carik (Sekretaris desa) Menjadi Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa

Pada tahun 1993 Pak Arif Razak dari Dusun Krajan Rt.2 Rw.1 putra dari Pak Achmad Rifa’i terpilih sebagai Kepala Desa mengalahkan calon lainnya yaitu saudara saruki dari Dusun Krajan Rt.5 Rw.2 dengan lokasi tempat pemungutan suara (tps) di Rt.3 Rw .1 tepatnya di tegal pak sutirjo (sekarang ditempati rumah salman al farisi) proses pemilihan Kepala Desa kembali dengan menggunakan alat peraga bagi calon berupa padi dan jagung dan pemilih menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos kartu suara gambar atau nomor urut calon dengan peraturan pemerintah batas akhir masa jabatan Kepala Desa 8 tahun.berselang 5 tahun kemudian tepatnya pada tahun 1998 Pak Arif Razak mengundurkan diri sebagai Kepala Desa. Kemudian jabatan Kepala Desa dipegang kembali oleh Pak Tasrifin selaku carik (sekretaris desa) menjadi penjabat sementara (pjs) Kepala Desa

Pada tahun 2001 saat pemilihan Kepala Desa (pilkades) Pak Arif Razak kembali terpilih sebagai Kepala Desa dengan mengalahkan 2 calon lainnya yaitu saudara junaidi dari Dusun Krajan Rt.2 Rw.1 dan saudara marwan dari Dusun Krajan Rt.6 Rw.2 dengan lokasi tempat pemungutan suara (tps) di Dusun Kramat Rt.8 Rw.3 tepatnya di halaman rumah pak sakur,kala itu proses pemilihan Kepala Desa tetap dengan menggunakan alat peraga bagi calon berupa buah buahan dan pemilih menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos gambar buah atau nomor urut calon. Dan peraturan batas akhir masa jabatan Kepala Desa kala itu berubah menjadi 6 tahun dan bagi Kepala Desa yang sudah terpilih 2 kali sebagai Kepala Desa tidak dapat mencalonkan lagi untuk ketiga kalinya.pada tahun 2004 Pak Arif Razak merenovasi kantor desa dengan membangun pendopo tempat musyawarah warga.pada tahun 2006 masa jabatannya Pak Arif Razak berakhir dan tdak dapat mencalonkan diri kembali sebagai Kepala Desa karena terbentur peraturan kala itu tapi bisa langsung menjadi penjabat sementara (Pjs) sampai Kepala Desa devinitif tepilih.

Pada tahun 2007 Haji Satrumin dari Dusun Krajan Rt.1 Rw.1 terpilih sebagai Kepala Desa mengalahkan 2 calon lainnya yaitu saudari farida dari Dusun Krajan Rt.1 Rw.1 serta saudara suryadi dari Dusun Kramat Rt.8 Rw.3 dengan lokasi tempat pemungutan suara (Tps) di Dusun Krajan Rt.3 Rw .1 tepatnya di halaman rumah pak nuryali.dengan proses pemilihan yang sudah lebih maju yaitu dengan menggunakan foto calon dan pemilih menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos gambar calon atau mencoblos nomor urut calon. Pada tahun 2009 Pak Tasrifin pansiun dari jabatannya sebagai carik (sekretaris desa) kemudiam dihgantikan oleh Pak Junaidi dari Dusun Krajan Rt.2 Rw.1 sampai tahun 2013,pada tahun 2009 Haji Satrumin bersama Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Probolinggo Bapak Drs Haji Kusnadi M.si merenovasi Masjid Roudhatul Muttaqin secara besar besaran,Pada tahun 2013 Haji Satrumin berakhir masa jabatannya kemudian jabatan Kepala Desa kemudian dipegang oleh penjabat sementara (Pjs) Pak Syaiful islam dari desa sumber kerang kecamatan gending  yang ditunjuk oleh pemerintah daerah dari unsur satpol pp pada tahun 2013 desa mendapat bantuan dewan perwakilan rakyat kabupaten probolinggo (Dprd) gedung pondok bersalin desa (polindes)

            Pada tahun 2014 Pak Abdul Gozali dari Dusun Kramat Rt.8 Rw.3 terpilih sebagai Kepala Desa dengan mengalahkan calon lainnya yaitu Haji Satrumin dengan lokasi tempat pemungutan suara (tps) di Dusun Krajan Rt.3 Rw .1 tepatnya di tegal Pak Sainuddin,dengan proses pemilihan menggunakan foto calon dan pemilih menggunakan hak pilihnya dengan mencoblos kartu suara gambar calon dan nomor urut calon,dan pada tahun 2015 Pak Abdul Gozali merenovasi serta  menambah ruang kerja perangkat desa dan ruang Kepala Desa.

Pada tahun 2016 Kepala Desa Pak Abdul Gozali membuat jalan tembus dari Rt.10 Rw.3  sampai Ke Rt.11 Rw.3 sepanjang 300 meter pada tanggal 15 oktober 2018 Pak Abdul Gozali menugaskan Kasi Pembangunan Misbari untuk bekerja sama dengan badan pusat statistik (Bps) Kabupaten Probolinggo melakukan pemetaan wilayah kerja statistik (Wilkerstat) Membuat Peta Desa Secara Online Dengan Satelite Dan Turun Langsung Ke lapangan Serta Melakukan Pemotretan Titik Titik Koordinat Batas Batas Wilayah Kerja Dengan Menggunakan Google Map Tahun 2020 Pak Abdul Gozali Berakhir masa Jabatannya Dan Jabatan Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa kemudian Dipegang Oleh Pak Asnan Yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah Dari Unsur Satpol PP yang Berasal Dari Kelurahan Kandangjati Kulon Kecamatan Kraksaan Selaku Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Sampai tahun 2021.

            Pada Pada tahun 2021 Hajah Ainul Lukluk istri Dari Haji Satrumin Terpilih Sebagai Kepala Desa Mengalahkan 2 Calon Kepala Desa Lainnya Yaitu Pak Abdul Gozali Dan Pak Arif Razak Karena Pada Saat Itu Ada Peraturan Pemerintah Yang Membolehkan Calon Terpilih Bisa Mencalonkan Diri Sampai 3 Kali Dengan Batas Akhir Masa Jabatan Kepala Desa 6 Tahun Dan Proses Pemilihan Tetap Dengan Menggunakan Foto Calon Dan Pemilih menggunakan Hak pilihnya Dengan Mencoblos Kartu Suara Dengan Gambar Calon Dan Nomor Urut Calon,Dan Dengan Perubahan Lokasi Pemungutan Suara  TPS Yang Sebelumnya hanya Satu TPS  Berubah Menjadi 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS) Dengan Batasan maksimal Per TPS Sebanyak 300 Suara,

Pada Awal Pemerintahannya Kepala Desa Hajah Ainul Lukluk, Membangun Jalan Tembus Dari Dusun Kramat Rt.9 Rw.3 ke Dusun Krajan Rt.2 Rw.1

Pada tahun 2022 Kepala Desa Hajah Ainul Lukluk Merenovasi Kantor Desa Dengan menambah Seluruh Teras Kantor Desa Dengan Kanopi, Pada Tanggal 17 Juni 2023 Kepala Desa Hajah Ainul Lukluk Membangun menara masjid Roudhotul Muttaqin.

Pada masa pemerintahan Kepala Desa Hajah Ainul Lukluk Pula ditetapkanlah Perubahan Nama Desa Kandangjati wetan yang Semula  Kandang Spasi Jati Spasi Wetan Menjadi Desa Kandangjati Spasi Wetan Tepatnya Pada hari Sabtu, tanggal 28 Agustus 2025, bertempat di Kantor Desa kandangjati Wetan Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo, telah dilaksanakan Musyawarah Desa dengan agenda tentang Kesepakatan dan Penetapan Nama Desa. Yang menghasilkan kesepakatan Nama Desa yang benar dan sesuai adalah Desa Kandangjati Wetan

Beberapa Tokoh Yang Menjadi Kepala Desa Kandangjati Wetan

  1. Qi Bekel Bujuk Ning Dari Tahun 1770 sampai tahun 1812 menjabat selama 42 Tahun Ayahnya Bujuk Ning
  2. Bujuk Ning Dari Tahun 1812 sampai tahun 1847 menjabat selama 35 Tahun Kakeknya Muhammad Ratno
  3. Qi Rubidin Dari Tahun 1847 sampai tahun 1869 menjabat selama 22 Tahun Ayahnya Pak Rubidin
  4. Pak Rubidin Dari Tahun 1869 sampai tahun 1893 menjabat selama 24 Tahun Ayahnya Pak Jaelani
  5. Pak Dlamo Dari Tahun 1893 sampai tahun 1894 menjabat selama 1 Tahun Warga Pendatang.
  6. Pak Jaelani Dari Tahun 1894 sampai tahun 1912 menjabat selama 18 Tahun Ayahnya Pak Wiro Karyo.
  7. Pak Mohammad Ratno Dari Tahun 1912 sampai tahun 1926 menjabat selama 14 Tahun Embahnya Pak Arif Razak.
  8. Pak Wiro Karyo Dari Tahun 1926 sampai tahun 1951 menjabat selama 21 Tahun Ayahnya Pak Ruswati.
  9. Pak Susnadi Dari Tahun 1951 sampai tahun 1953 menjabat selama Pjs 3 tahun.
  10. Pak Ruswati Dari Tahun 1953 sampai tahun 1976 menjabat selama 24 tahun.
  11. Pak Achmad Rifa’i Dari Tahun 1976 sampai tahun 1983 menjabat sebagai PJS selama 6 Tahun Ayahnya Arif Razak.
  12. Pak Achmad Rifa’i dengan julukan Karyo Adi Utomo Dari Tahun 1983 sampai tahun 1990 menjabat selama 8 tahun.
  13. Pak Tasrifin Dari Tahun 1990 sampai tahun 1990 menjabat sebagai PJS selama 6 Bulan.
  14. Pak Achmad Rifa’i Dari Tahun 1990 sampai tahun 1992 sampai beliau Meninggal Dunia.
  15. Pak Tasrifin Dari Tahun 1992 sampai tahun 1993 menjabat selama Pjs 1 tahun.
  16. Pak Arif Razak Dari Tahun 1993 sampai tahun 1998 menjabat selama 5 tahun.
  17. Pak Tasrifin Dari Tahun 1998 sampai tahun 2001 menjabat selama Pjs 3 tahun.
  18. Pak Arif Razak Dari Tahun 2001 sampai tahun 2006 menjabat selama 6 tahun.
  19. Pak Arif Razak Dari Tahun 2006 sampai tahun 2007 menjabat sebagai PJS selama 1 tahun.
  20. Haji Satrumin Dari Tahun 2007 sampai tahun 2013 menjabat selama 6 tahun.
  21. Pak Syaiful islam Dari Tahun 2013 sampai tahun 2014 menjabat sebagai PJS selama 1 tahun.
  22. Pak Abdul Gozali Dari Tahun 2014 sampai tahun 2020 menjabat selama 6 tahun.
  23. Pak Asnan Dari Tahun 2020 sampai tahun 2021 menjabat sebagai PJS selama 2 tahun.
  24. Hajah Ainul Lukluk Dari Tahun 2021 sampai tahun 2029 sampai sekarang.

Demikianlah Sekelumit Asal Mula Nama Desa Kandangjati Wetan.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Aparatur Desa

 Jam Kerja

  • Hari Mulai Selesai
    Jumat 08:00:00 11:00:00
    Kamis 08:00:00 16:00:00
    Minggu Libur
    Rabu 08:00:00 16:00:00
    Sabtu Libur
    Selasa 08:00:00 16:00:00
    Senin 08:00:00 16:00:00

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jl. Dr. Soetomo No 25 Dusun Krajan RT 002 RW 001
Desa : Kandang Jati Wetan
Kecamatan : Kraksaan
Kabupaten : Probolinggo
Kodepos : 67282
Telepon : 0335012345
Email : kandangjatiwetan@gmail.com

 Statistik

 Sinergi Program

Cek Bansos Dinas Sosial Go Digital Capil
Website Kabupaten Probolinggo LAPOR
PRODESKEL CHAT ADMIN
DDC SAPA DESA EPDESKEL
INDEKS DESA MEMBANGUN - IDM PS3D
SIBERMATA DESA LMS PAMONG DESA

 Media Sosial

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:66
    Kemarin:4
    Total Pengunjung:2.209
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:216.73.217.139
    Browser:Mozilla 5.0